Resensi buku “Refrain” karya Winna Efendi

 
1.     Identitas buku

a.      Judul                    : Refrain
b.     Pengarang            : Winna Efendi
c.      Penerbit               : Gagas Media
d.     Tahun penerbit   : Cetakan I tahun 2009
e.     Jumlah halaman  : 318 halaman
f.       Harga buku         : Rp.46.000,00
g.     Ukuran buku
·        Panjang                       : 19 cm
·        Lebar                          : 13 cm
·        Tebal                           : 2 cm

2.     Sinopsis


Kisah ini menceritakan tentang laki-laki dan perempuan yang saling bersahabat. Namanya adalah Niki dan Nata. Saat mereka masih kecil, Niki penasaran bagaimana rasanya jatuh cinta—rasa yang sedang dialami oleh Danny, kakaknya Nata, saat itu. Niki berkata jika suatu saat di antara mereka ada yang mengalami jatuh cinta, salah satu dari mereka harus berjanji untuk bercerita. Nata menyetujuinya dan mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Niki, tanda perjanjian seorang sahabat.
Beberapa tahun kemudian saat mereka sudah SMA, Niki dan Nata tumbuh menjadi remaja yang mulai mengetahui rasanya jatuh cinta. Awalnya, sekolah mereka kedatangan murid pindahan yang bernama Annalise Putri—Anna. Diduga Anna adalah putri dari mantan model sekaligus perancang busana favorit Niki, yaitu Vidia Rossa. Lalu saat mengetahui Anna sekelas dengan Niki dan Nata, mereka menjadi dekat. Dan semenjak saat itu, Anna menjadi salah satu bagian Niki dan Nata juga.
Setelah itu Anna merasa ada sedikit penasaran dengan Nata, laki-laki yang begitu misterius menurutnya. Tapi lama kelamaan rasa penasaran itu berubah menjadi rasa suka. Sementara itu Nata sendiri merasa saat dia SMA, dia merasa ada yang berubah dengan dirinya. Dia merasa setiap dia bersama dengan Niki, timbul perasaan aneh. Dia sendiri juga tidak tahu perasaan apa itu.
Lalu saat Niki dan Nata sudah mengenal Anna lebih jauh, mereka tahu kalau Anna selalu merasa kesepian. Dia hanya tinggal dengan Mamanya saat orang tuanya sudah bercerai. Tetapi Mamanya sekarang berada di Milan, dan saat Anna ulang tahun, Mamanya tidak pulang atau sekedar mengucapkan selamat ulang tahun. Hal ini tentu membuat Anna sedih. Namun ketika Niki dan Nata menghiburnya, Anna menjadi merasa senang. Apalagi dengan keberadaan Nata, yang diam-diam Anna selalu menangkap ekspresi-ekspresi Nata melalui lensa kamera.
Saat acara 17 Agustus, Nata diminta untuk tampil memainkan gitar solo. Awalnya Nata menolaknya, tapi Niki meyakinkan Nata agar dia mau tampil. Akhirnya Nata pun menyetujuinya. Namun ketika Niki mengetahui kalau waktu tampil dan waktu pertandingan basket bersamaan, dia jadi ragu bisa datang melihat tampilan Nata tepat waktu atau tidak. Setelah pertandingan basket selesai, cepat-cepat Niki berlari melihat Nata walau tubuhnya masih dibalut pakaian cheers lengkap. Melihat Nata yang gugup, Niki pun menyemangatinya dengan meneriakkan yel-yel layaknya cheers. Melihat itu, Nata menjadi tidak gugup dan dapat memainkan gitarnya dengan baik.
Lalu ketua basket dari tim lawan di pertandingan basket tadi, Oliver, mencari dan mendatangi Niki. Dia mencari Niki bermaksud untuk berkenalan dan meminta nomor telepon Niki. Mendengar itu, Niki menjadi senang karena baru kali ini ada laki-laki yang mengajaknya berkenalan. Niki pun menceritakan hal itu ke Nata dan Annalise. Mendengar itu, Nata merasa sedikit cemburu, walaupun dia tidak terlalu sadar dengan perasaan itu. Dia pun mengatakan hal itu ke Anna. Anna berkata kalau sebaiknya Nata jujur terhadap perasaannya sendiri.
Nata pun menyetujui perkataan Anna dan bermaksud mengutarakan perasaannya ke Niki. Dia pun menunggu Niki pulang dari jalan-jalannya dengan Oliver. Namun saat Niki pulang, dia justru mengatakan kalau dia baru saja ditembak oleh Oliver dan dia menerimanya. Sesaat Nata merasa kebas dan tidak jadi mengucapkan kata-kata yang sudah disusunnya. Saat Anna juga tahu kalau Niki sudah jadian dengan Oliver, cepat-cepat dia mendatangi Nata. Nata mengatakan kalau itu adalah salahnya sendiri, dia juga mengatakan kalau dia, Niki, dan Anna adalah selamanya bersahabat. Anna menyetujuinya, walaupun air matanya menetes karena dia merasa itu adalah penolakan yang halus dari Nata.
Sampai akhirnya saat Mama Anna pulang, Anna merasa senang dan menyampaikan kabar itu ke Niki dan Nata. Namun ternyata kepulangan Mama Anna hanya sebentar, dan dia bermaksud mengajak Anna untuk ikut. Mendengar itu, Anna menjadi bingung. Dia bingung untuk memilih di antara Mama dan persahabatannya. Lalu saat Niki dan Nata sedang pergi bermain ke rumah Anna, tidak sengaja Niki menemukan foto hasil jepretan Anna, yaitu foto-foto Nata. Anna pun memergoki Niki sedang melihat foto yang disembunyikannya itu. Cepat-cepat dia pergi dari kamarnya, Nata pun mengejarnya. Saat mereka hanya berdua, Anna mengatakan kalau dia menyukai Nata. Namun dia sudah mengetahui kalau Nata tidak mungkin menerimanya karena orang yang disukai Nada adalah Niki. Nata dan Anna pun sepakat kalau mereka tetap bersahabat.
Akhirnya Anna memilih untuk tidak ikut ke Milan. Mamanya pun juga mengatakan kepergiannya tidak akan selama sebelumnya. Mendengar hal itu, Niki dan Nata menjadi senang karena Anna tidak pergi.
Setelah itu, Niki pergi ke kamar Nata untuk menunggu kepulangan Nata. Sambil menunggu, Niki melihat-lihat dan menemukan buku yang diduga adalah diary Nata. Niki pun membacanya dengan seksama. Namun kemudian dia kaget karena diary ini berisi tentang Nata dan perasaannya terhadap Niki. Tiba-tiba Nata melihat Niki sedang membaca diary-nya. Cepat-cepat Niki pergi dari kamar Nata, namun sebelumnya ditahan oleh Nata dengan mengucapkan kalau Nata menyukai Niki. Tapi hal itu justru membuat Niki menjadi pergi. Semenjak saat itu hubungan mereka menjadi merenggang. Klaudia, adik Niki yang biasa menjadi tempat curhat Niki, mengatakan kalau sebaiknya Niki tidak menjauhi Nata dan menyuruh Niki untuk mengatakan yang sejujurnya.
Kemudian acara prom night yang diadakan oleh sekolah Oliver dimulai. Niki pun berdandan dan menunggu Oliver menjemputnya. Namun saat Niki sudah siap, tiba-tiba Oliver mengabarkan kalau dia tidap dapat menjemput Niki karena sakit. Niki pun kecewa, namun dia tidak mau menyalahkan Oliver. Akhirnya Niki berinisiatif mengunjungi Oliver. Tapi salah satu pembantu Oliver mengatakan kalau Oliver pergi ke acara prom night. Niki menjadi heran dan akhirnya mendatangi prom itu. Ternyata yang dia lihat adalah Oliver sedang bersama Helena—teman satu ekskul cheers-nya. Niki menjadi sedih dan menampar Oliver. Semenjak saat itu mereka putus karena Oliver sendiri juga ingin ke Melbourne untuk menyusul Sasha—perempuan yang disukai Oliver dari dulu.
Setelah itu Niki meminta maaf kepada Nata dan Anna. Permintaan maaf itu tentu disambut dengan hangat oleh keduanya. Namun tidak berapa lama kemudian, Nata justru mendapatkan surat dari universitas musik di luar negeri, mengatakan kalau Nata diterima untuk audisi kedua universitas itu. Danny dan Anna menyarankan Nata untuk pergi. Tapi Nata masih bingung karena kalau dia pergi, berarti dia harus meninggalkan Niki. Akhirnya Niki mengetahui tentang surat itu. Niki sedih kalau dia adalah orang terakhir yang mengetahui itu, tapi Niki meyakinkan Nata untuk pergi mengejar cita-citanya. Akhirnya Nata pun menyetujuinya. Setelah kepergian Nata, Niki baru sadar kalau dia sangat mencintai sahabatnya itu. Namun dia berjanji untuk menunggu Nata. Kemudian beberapa tahun pun berlalu. Ketika Niki ulang tahun dan menjadi guru, dia melihat kepulangan Nata. Niki mengatakan kalau dia merindukan Nata. Kata-kata itu disambut dengan senyuman hangat Nata.

3.     Tanggapan Isi Buku

Kelebihan: Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti sehingga orang yang membacanya dapat memahaminya dengan cepat. Lalu ceritanya juga tidak terlalu berat. Selain itu alur ceritanya tidak mudah ditebak, membuat orang yang membacanya menjadi tidak penasaran dan tidak cepat bosan.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar